Biu, kadang aku tidak tau dengan karakternya . Hingga saat ini, genap 6 tahun aku mengenalnya, dan 4 tahun sudah dekat dengannya. Meskipun begitu, aku tetap saja tidak tahu bagaimana ia sebenarnya.
2017 lalu, aku sangat sangat percaya bahwa biu orang yang tulus. Apalagi setelah liat ketulusan dia sama seseorang di masa lalunya. Aku percaya, dia bukan tipikal orang yang mempermainkan perasaan orang lain, jujur dan tidak ada yang disembunyikan. Pastinya dia baik, dan sangat sangat baik kepadaku.
Tapi. . . .
Kepercayaan ku itu memudar saat mengetahui bahwa ternyata selama dekat dengan ku, dia dekat juga dengan seseorang yang terpaut 5 tahun lebih tua darinya. Sayangnya, aku mengetahui hal itu dari orang lain. Bahkan , saat aku tanyakan perihal story yang di buat orang itu, biu menjawab dengan kebohongan.
Sakit? Sakit lah ketika rasa percaya mu dirobek begitu saja.
Entah mengapa, sejak saat itu orang tersebut semakin menjauhi aku bahkan seakan aku merebut biu dari dia. Padahal disini aku yang dibodohi. Bahkan saat itu umur aku baru 17 tahun, terbilang muda untuk urusan seperti itu. Tambah lagi, aku terbilang awam perihal percintaan. Aku tidak punya mantan, sehingga aku tidak terlalu tahu karakter cowo.
Setelah kejadian itu kepercayaan ku memudar. Aku selalu mencurigai dia.
Kenapa aku masih bersamanya? Karena dia mengatakan bahwa dia tidak ada perasaan pada orang tersebut. Apalagi beliau pengajar . Biu hanya mengatakan, dia kagum saja sama orang tersebut. Kagum karena sama-sama suka anime.
Banyak hal yang mengejutkan aku perihal sikap dan kepribadian dia yang friendly ke semua orang. Sangat berbanding terbalik dengan perkiraan aku dari awal.
Aku takut.
Takut ketika pada faktanya, aku hanya satu dari sekian orang yang "hanya" menerima sikap friendlynya. Bukan seseorang khusus.
Aku selalu curiga padanya. Selalu bertanya-tanya. Hingga pada akhirnya dia mengatakan lelah terus dipertanyakan.
Aku merasa bersalah. Ku coba untuk berhenti menanyakannya.
Tapi, lagi dan lagi aku kecewa sendiri. Saat mengetahui dia stalk masa lalunya. Yups! Seorang yang cantik dan rupawan hingga dia banting tulang untuk move on.
Sakit? Tentu. Siapa yang tidak sakit.
Apalagi saat itu posisinya aku dengan dia renggang dalam komunikasi, hampir 1 tahun.
Aku mengatakan ingin menyudahi kedekatan dengannya. Tapi, dia mencegah ku dengan segudang alasan.
Terdengar intonasi tulus dari darinya. Akhirnya, aku menerimanya lagi.
Komentar
Posting Komentar